Senin, 27 Juni 2016

Seven Segment

makalah saya dengan judul seven segment yang dimana cara penggunaannya akan ada dibawah sini :



SEVEN SEGMENT
Seven segment menggunakan Rangkaian digital dengan sistem bilangan HEKSA yang dimana menggunakan 4 bit dengan maximal 15 desimal dengan nilai 1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.
adapun yang diperlukan sebagai berikut :
       - 7SEG-BCD
       - Gerbang AND 4
       - Inverter
       - LED-BLUE
       - LED-GREEN
       - LED-RED
       - LED-YELLOW
       - Resistor 330
       - SW-SPDT 
sebelumnya semuanya arah arus keground untuk menentukan nilai 0 dan kalau ingin menentukan nilai 1 maka SW4 kearah power.
Gerbang dengan nilai 1
 
untuk menampilkan nilai 2 maka SW-3 diarahkan ke power.
 Gerbang dengan nilai 2


untuk menampilkan nilai 3 maka SW-3 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-3=2 dan SW-4=1, maka 2 + 1 = 3.
Gerbang dengan nilai 3
 
 untuk menampilkan nilai 4 maka SW-2 diarahkan kepower.
Gerbang dengan nilai 4
 
untuk menampilkan nilai 5 maka SW-2 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-2=4 dan nilai SW-4=1, maka 4 + 1 = 5.

Gerbang dengan nilai 5 
 


untuk menampilkan nilai 6 maka SW-2 dan SW-3 diarahkan kepower. dengan nilai SW-2=4 dan nilai SW-3=2, maka 4 + 2 = 6.

Gerbang dengan nilai 6
 


 untuk menampilkan nilai 7 maka SW-2 , SW-3 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-2=4 , SW-3=2 dan SW-4=1, maka 4 + 2 + 1 = 7.
Gerbang dengan nilai 7
 untuk menampilkan nilai 8 maka SW-1 diarahkan kepower.

Gerbang dengan nilai 8
untuk menampilkan nilai 9 maka SW-1 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 dan nilai SW-4=1, maka 8 + 1 = 9.
Gerbang dengan nilai 9

 untuk menampilkan nilai 10 yang dimana untuk nilai heksa 10 menjadi nilai A maka SW-1 dan SW-3 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 dan SW-3=2, maka 8 + 2 = 10.

Gerbang dengan nilai 10=A
 untuk menampilkan nilai 11 yang dimana untuk nilai heksa 11 menjadi nilai B maka SW-1 , SW-3 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 , SW-3=2 dan SW-4=1, maka 8 + 2 + 1 = 11.

Gerbang dengan nilai 11=B

 untuk menampilkan nilai 12 yang dimana untuk nilai heksa 12 menjadi nilai C maka SW-1 dan SW-2 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 , SW-2=4, maka 8 + 4 = 12. 

 Gerbang dengan nilai 12=C



 untuk menampilkan nilai 13 yang dimana untuk nilai heksa 13 menjadi nilai D maka SW-1 , SW-2 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 , SW-2=4 dan SW-4=1, maka 8 + 4 + 1 = 13.
Gerbang dengan nilai 13=D
 


  untuk menampilkan nilai 14 yang dimana untuk nilai heksa 14 menjadi nilai E maka SW-1 , SW-2 dan SW-3 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 , SW-2=4 dan SW-3=2, maka 8 + 4 + 2 = 14.

Gerbang dengan nilai 14=E
 


  untuk menampilkan nilai 14 yang dimana untuk nilai heksa 14 menjadi nilai E maka SW-1 , SW-2 , SW-3 dan SW-4 diarahkan kepower. dengan nilai SW-1=8 , SW-2=4 , SW-3=2 dan SW-4=1, maka 8 + 4 + 2 + 1 = 15.

Gerbang dengan nilai 15=F 



 Sekian penjelasan dari saya mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.
terima kasih.

Sabtu, 30 April 2016

EKSESTRE DAN GREY


 MENGKONVERSIKAN SISTEM BILANGAN

Kode Excess-3 (XS-3)

Sistem pengkodean lain yang mirip dengan BCD adalah Excess-3. Untuk menyusun kode XS-3 dari suatu bilangan desimal, masing-masing digit dari suatu bilangan desimal yang akan dikodekan dengan XS-3, ditambah dengan bilangan desimal 3, kemudian hasilnya dikonversi seperti cara pada konversi BCD.

Pada XS-3, terdapat 6 kode yang tidak dapat digunakan, yakni: 00002, 00012, 00102, 11012, 11102, 11112. Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan contoh berikut ini.

Contoh:
① Konversi bilangan desimal 1210 ke bentuk kode XS-3
 2   → Sistem bilangan desimal
3 +  3 +
4  5
0100 0101   → Sistem kode XS-3
1210 = 01000101XS-3

② Konversi kode BCD 100111000101XS-3 ke bentuk bilangan desimal
1001 1100 0101   → Sistem kode XS-3
 9   12    5
 3    3    3
 6    9    2   → Sistem bilangan desimal
100111000101XS-3 = 69210

Kode Gray

Kode gray memiliki keunikan, yakni setiap kali kode itu berubah nilainya secara berurutan misalnya dari 2 ke 3 atau dari 5 ke 6, hanya terdapat 1-bit saja yang berubah. Contoh: jika nilai kode gray berubah dari 2 ke 3, maka kode gray berubah dari 0011GRAY ke 0010GRAY. Kode gray biasanya digunakan sebagai data yang menunjukkan posisi dari suatu poros mesin yang berputar.

Contoh:
① Konversi bilangan desimal 1310 ke kode gray
1310 = 11012                                   → Konversi desimal ke biner
1 → + → 1 → + → 0 → + → 1   → Sistem bilangan biner
     ↓
     ↓
     ↓
  → Carry hasil penjumlahan diabaikan
1      0
     1
     1
  → Sistem kode gray
1310 = 1011GRAY

② Konversi kode gray 1011GRAY ke bentuk bilangan desimal
1   
0   
1   
1   → Sistem kode gray
↓    ↓    ↓      → Carry hasil penjumlahan diabaikan
1 +
1 +
0 +
1   → Sistem bilangan biner
11012 = 1310                 → Konversi biner ke desimal
1011GRAY = 1310

Kamis, 28 April 2016


Gerbang Logika Dengan Sistem 
Elektronika Digital

        Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya– Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.
Gerbang Logika yang diterapkan dalam Sistem Elektronika Digital pada dasarnya menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal.

Jenis-jenis Gerbang Logika Dasar dan Simbolnya

Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika Digital, yaitu :
  1. Gerbang AND
  2. Gerbang OR
  3. Gerbang NOT
  4. Gerbang NAND
  5. Gerbang NOR
  6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
  7. Gerbang X-NOR (Exlusive NOR)
Tabel yang berisikan kombinasi-kombinasi Variabel Input (Masukan) yang menghasilkan Output (Keluaran) Logis disebut dengan “Tabel Kebenaran” atau “Truth Table”.
Input dan Output pada Gerbang Logika hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut pada umumnya dapat dilambangkan dengan :
  • HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
  • TRUE (benar) dan FALSE (salah)
  • ON (Hidup) dan OFF (Mati)
  • 1 dan 0
Contoh Penerapannya ke dalam Rangkaian Elektronika yang memakai Transistor TTL (Transistor-transistor Logic),  maka 0V dalam Rangkaian akan diasumsikan sebagai “LOW” atau “0” sedangkan 5V akan diasumsikan sebagai “HIGH” atau “1”.


1. Rangkaian Gerbang AND

       Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.

 contoh 1

2. Rangkaian Gerbang OR

       Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.


 contoh 2

3. Rangkaian gerbang NOT

       Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

contoh 3

4. Rangkaian Gerbang NAND

       Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
 
contoh 4

5. Rangkaian Gerbang NOR

       Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
contoh 5

6. Rangkaian Gerbang X-OR

       X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
contoh 6

7. Rangkaian Gerbang X-NOR

       Seperti Gerbang X-OR,  Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).
contoh 7

Gerbang Logika Dengan Sistem 
Elektronika Digital

        Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya– Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.
Gerbang Logika yang diterapkan dalam Sistem Elektronika Digital pada dasarnya menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal.

Jenis-jenis Gerbang Logika Dasar dan Simbolnya

Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika Digital, yaitu :
  1. Gerbang AND
  2. Gerbang OR
  3. Gerbang NOT
  4. Gerbang NAND
  5. Gerbang NOR
  6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
  7. Gerbang X-NOR (Exlusive NOR)
Tabel yang berisikan kombinasi-kombinasi Variabel Input (Masukan) yang menghasilkan Output (Keluaran) Logis disebut dengan “Tabel Kebenaran” atau “Truth Table”.
Input dan Output pada Gerbang Logika hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut pada umumnya dapat dilambangkan dengan :
  • HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
  • TRUE (benar) dan FALSE (salah)
  • ON (Hidup) dan OFF (Mati)
  • 1 dan 0
Contoh Penerapannya ke dalam Rangkaian Elektronika yang memakai Transistor TTL (Transistor-transistor Logic),  maka 0V dalam Rangkaian akan diasumsikan sebagai “LOW” atau “0” sedangkan 5V akan diasumsikan sebagai “HIGH” atau “1”.


1. Rangkaian Gerbang AND

       Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.

 contoh 1

2. Rangkaian Gerbang OR

       Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.


 contoh 2

3. Rangkaian gerbang NOT

       Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

contoh 3

4. Rangkaian Gerbang NAND

       Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
 
contoh 4

5. Rangkaian Gerbang NOR

       Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
contoh 5

6. Rangkaian Gerbang X-OR

       X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
contoh 6

7. Rangkaian Gerbang X-NOR

       Seperti Gerbang X-OR,  Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).
contoh 7